Wednesday, 6 March 2013

How the Kids Touched My Heart....

Halo! Selamat malam!

Udah kepikrian lumayan banyak hal buat diceritain disini, tapi apa daya waktunya ngga nemu. Kebetulan sekarang lagi senggang, waktunya cerita-ceritaaaaa..
Sekarang aku mau cerita soal Jepang (lagi). Hahaha. Well, dari pengalaman 2x trip kesana buat shooting, ketemu sama orang-orang Jepang, dan orang-orang Indonesia disana, menurutku Japan is an easy-to-love country. Eitss, tapi jangan salah, Indonesia tetep yang nomor 1 di hati. Ciee nasionalis. LOL :p

Sebenernya aku udah gatel pengen cerita lengkap tentang ini, tapi karena episodenya belum tayang, jadi aku tahan sampe udah pada nonton, baru deh aku ceritain. Hehehe. Minggu kemarin, tanggal 3 Maret 2013, akhirnya episode Kokoro no Tomo yang ada scene favoritku tayang juga. Yep! Kosai Elementary School, di Sapporo! JAdi waktu itu kalo ngga salah udah hari ke-4 shooting. Udah lumayan capek, soalnya bener-bener travelling dari satu tempat ke tempat lain, dan akhirnya sampailah di Sapporo, Hokkaido. Perjalanan pertama di Hokkaido diawali dengan ke Kosai Elementary School ini. Awalnya aku cuma di-brief, nanti bakalan ketemu sama anak-anak kelas 2, aku kasih tau mereka sedikit ttg Indonesia, ajarin beberapa kata bahasa Indonesia, dan done!

Akhirnya kita masuk ke principal's room, kasih tau mereka flowing shootingnya, dan mereka menyambut kita dengan baik banget. Aku bener-bener deg-degan! I'd never been teaching! And now they wanted me to teach 20-something Japanese children, and I didn't even know how to do that. Oke, kembali pake jurus awal: cuek, pede. Sebelum aku masuk ke ruang kelas to start the filming, their teacher  told them a bit about us, and about Indonesia. Like, Indonesia's location on this globe, and what's so famous about Indonesia, yang ngga lain ngga bukan yaitu Bali! :) :)


Masuklah aku ke ruang kelas, dengan beberapa orang guru dan sang school principal, ngeliatin di sisi belakang kelas. DEG DEG DEG. The first thing I did tentu aja perkenalan dalam bahasa Jepang, " Hajimemashite, watashi wa Amanda desu. Indonesia jin desu. Yoroshiku onegaishimasu." HAHAHA sorry if I do any mistake in typing this. You may correct it nicely ;) Terus aku tanya ke mereka, "Nihon go oke? (Bahasa Jepang ku oke?)" trus some of them dengan lucunya bilang "OKE!" sambil ngangguk-ngangguk ngegemesin gitu.  AAAAAA SENENG!!! Ngeliat respon mereka, deg-degan nya perlahan-lahan hilang, tergantikan dengan perasaan gemesssss dan seneng bisa berinteraksi dan belajar dari mereka. Yes, I learned a lot from them. Lalu aku mulai kasih tau mereka tentang Indonesia, dan ajarin mereka beberapa kata sederhana dalam bahasa Indonesia, like, selamat pagi-siang-malam dan terimakasih. They're quick learners! Seneng banget juga begitu aku tanya siapa yang udah pernah ke Indonesia, dan ada beberapa anak yang bilang udah pernah ke Bali dan Jakarta.


Selesai 'ngajar', aku ajak mereka nyanyi Twinkle-Twinkle Little Stars. Ternyata mereka taunya bahasa Jepangnya. Nah loh! Yaudah deh mereka aja yang nyanyi. *nangis* Tapi ternyata ada beberapa anak yang bisa bahasa Inggrisnya. Awalnya mereka malu-malu ngga mau maju buat nyanyi bareng aku. Eh begitu satu anak maju, yang lain langsung ikutan. Rame deh didepan kelas. :)) Waktuku buat 'ngajar' mereka udah habis karena mereka harus makan siang, and they made me in awe in a sec of their orderliness. Mereka langsung arrange meja mereka jadi dalam formasi meja makan gitu, pasang celemek dan topi sendiri, ambil piring, ambil nasi, lauk, miso soup, dan susu, semuanya dilakukan by themselves. The teachers cuma ngeliatin mengawasi aja. Akupun diajak makan bareng mereka, dan seorang siswi yang bisa speak English fluently ditempatkan disebelahku. We talked a lot. She said that her mom once lived in London, and they  often speak English at home. Ditengah-tengah ngobrol dan lunch itu, anak ini dengan isengnya ngajak aku lomba ngabisin semua makanannya duluan. Dia menang dong -_____- lucu banget!


Selesai mereka makan, mereka langsung rapiin tray makan mereka, lalu rearrange meja, dan bersihin ruang kelas. Anak kelas 2 SD, without any instructions from their teachers, cleaned up their classrooms. Nyapu, ngepel, ngelap-ngelap, hapus papan tulis, and they did it all happily. SALUT! Hasilnya, lingkungan sekolah yang bener-bener bersih dan nyaman buat anak-anak, bahkan buat tamu yang dateng ke sekolah itu. Ini contoh yang bagus banget buat anak-anak di Indonesia untuk belajar mandiri dan peduli lingkungan sehari-hari. Ngga perlu muluk-muluk peduli lingkungan dalam skala luas kayak stop penebangan hutan dll, mulai aja dulu dengan peduli sama lingkungan sehari-hari, tempat kita banyak beraktifitas. Dari hal kecil yang dilakukan dengan komitmen dan ketulusan, pasti akan berdampak positif buat orang banyak kok. 

Setelah itu, I had some light conversations with some of them. Ngeliat aku, mereka bilang, "Orang Indonesia itu tinggi-tinggi ya, Amanda-san?" hahaha. Ketika aku mau pamitan sama  mereka, guru mereka bilang jangan pulang dulu karena mereka punya hadiah buat aku. Then the teacher played a minus one, they stood up, and sang a song for me! Lagunya bahasa Jepang, artinya tentang persahabatan. Like, anytime you need me, you can remember me and I will do anything to help you, gitu-gitu deh. TERHARUUUUUU T,T Aku masih nyari lagunya sampe sekarang, pengen dengerin lagi.  Setelah nyanyi, some of them maju nyamperin aku, salaman, say thanks, trus ada satu anak langsung meluk aku dan bilang "thank you so much, Amanda-san..." T,T Lalu ada satu anak perempuan, namanya Kakono-chan, ngasih aku selembar kertas dilipat empat, pas aku buka, isinya gambar dua cewek, yang satu tinggi pake ikat kepala dan syal, yang satu lagi lebih pendek pake kaos dan rok. She drew me and her :') terharu banget, asli. Lalu dateng lagi satu anak perempuan, ngasih aku dua buah origami berbentuk halloween pumpkin. FYI, waktu kesana emang awal-awal bulan Oktober gitu sih.


Begitu kita bergerak keluar dari kelas mereka, ada seorang guru yang bilang gini ke Mas Jaya, (in Japanese of course), "anak-anak kelas lain ada yang nangis, katanya kenapa Amanda-san datengnya ke kelas 2B, ngga ke kelas kita...." aaaaaaaa.. Akhirnya ada beberapa anak dari kelas lain, ada yang dari kelas empat dan enam juga,  diizinkan keluar kelas untuk ketemu kami, tim Kokoro no Tomo. :') Karena kami harus pindah lokasi buat lanjutin shooting, kali ini kami beneran pamit sama Kosai Elementary School teachers and principal.


Di perjalanan, Kak Icha ceritain ini ke aku. Waktu ngobrol-ngobrol, ada satu anak laki-laki, too bad I forget his name :| (I'm sucks at remembering names, anyway, huhu), ngobrol sama Kak Icha. and I was in tears dengernya. Kak Icha liat anak ini pake kaos Lilo & Stitch, Kak Icha bilang ke dia, "kamu suka Lilo&Stitch ya? Kemarin Amanda-san habis dari Tokyo Disneyland loh." and this very sweet little boy said, "iya, aku belum pernah ke Disneyland, aku pengen banget. Tapi aku ngga punya uang buat pergi kesana." Trus Kak Icha juga speechless dengernya, tapi lalu dia motivasi anak ini dengan bilang, "ooh gitu. Amanda-san juga tadinya ngga bisa ke Disneyland, tapi Amanda-san belajar yang rajin, sampe pinter trus kerja, sampe punya uang buat ke Disneyland. Makanya kamu yang rajin ya belajarnya." Dan anak ini langsung senyum dan janji bakalan rajin belajar. HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.. You'll be a great man, my dear. God bless you. :') :')

Dannnnnn, berakhirlah sesi filming di Kosai Elementary School. Aku memang mungkin cuma beberapa jam ada disana. Tapi kenangan, senyum, dan pelajaran berharga yang aku dapatkan dari mereka will always be buzzing in my heart. 'Thank you so much' supposed to be my words. Thank you so much, kids. Thank you so much, Kosai Elementary School. :')

Mengutip kata-kata seseorang, "Moments may come and go, but memories stay forever."

Xx,
Amanda Zevannya.

9 comments:

  1. ternyata animo beberapa warga disana cukup tinggi ya akan acara ini..

    sepertinya setelah membaca artikel diatas saya merasa ingin kesana merasakan apa yang dirasakan oleh host sendiri

    melihat keceriaan anak-anak jepang hahaha

    ReplyDelete
  2. wah serunya XD duh kagum banget sama anak kecil di sana, udah pada mandiri. Japan ( ^-^)/|Japan|

    ReplyDelete
  3. Thank you so much for sharing ur stories Amanda san.. Its a wonderful story, I can evel feel the atmosphere you had that time.. Kawaii ne.. Anak2 jepang, lucu2 imut2.. Pas d bilang, "se ga takai ne".. Ktawa jdnya.. Padahal menurutku org indonesia cenderung pendek, tp klo d bandingkan dgn org barat sana.. Mgkn di jepang org-orgnya cenderung pendek x ya.. Never been to Japan before.. Well, smoga epi x ini bsa d telepon kokoronotomo untuk d ajak ke jepang.. Hanaha.. Overall, ur writings make my day Amanda san.. ほんとうにありがとうございました!Have a delightful day!

    -Susilo K

    ReplyDelete
  4. Yaaa kok aku juga ikut terharu baca cerita ini....
    hehehehe.....

    ReplyDelete
  5. "anytime you need me, you can remember me and I will do anything to help you", dah ketemu kah lagu itu duhai kak Amanda??? :D

    ReplyDelete
  6. wah, keren bgt storynya amanda..
    sebelumnya salam kenal. nita desu, bekasi kara..
    aku bacanya juga jadi ngiler, pengen ngerasain apa yg kamu rasain,,
    semoga suatu saat cita2ku buat ke Jepang juga bisa terwujud..
    *lost in Japan 2014, amin,,

    ReplyDelete
  7. Hari ini lihat Kokoronotomo, I like it. And somehow it leads me to your blog. Saya paling suka postingan yang ini.
    Anyway, sukses mbanya! Enjoy your job! :)

    ReplyDelete