Wednesday, 26 August 2015

Yang Terlewatkan Sekian Lama :)

I'M BACK!!

Amanda Zevannya is back on Blogspot.
Maaf, maaf, maaf banget baru ngepost cerita baru, karena I'm getting a bit busier this year (YEAY!), and I almost forgot that I owe you guys one more story from Japan. Now I'm here to tell the story.

Here we go!

This story is about my shooting diary in Central Japan. So, last year in June, KNT Team went to Central Japan and Chugoku region to finish the last 3 episodes. Jadi kali ini kami terbang ke Osaka, dan langsung lanjut perjalanan ke Hiroshima! Does the word Hiroshima ring a bell? I think yes. Kota Hiroshima emang jadi sebuah nama yang cukup berperan penting dalam sejarah Indonesia. Tapi aku nggak tertarik untuk ngebahas ini hahaha karena ini adalah catatan perjalanan aku, bukan buku sejarah :))
Sampe di Hiroshima, ehm, yes, belom tidur, langsung cabut ke Miyajima. Di sini kami mau shooting Itsukushima Jinja. Kuil ini tuh terkenal banget dan masuk dalam list World Heritage UNESCO, karena konon katanya, kuil ini ada di pulau super suci, terisolir, dan keramat gitu. Pokoknya tempatnya di pulau di tengah laut, gak terjamah manusia, dan punya gerbang yang unik. Jadi gerbangnya itu kalo pas air laut lagi pasang, Kaki gerbangnya nggak keliatan sehingga seolah-olah ngapung di atas air. Kece berat sih emang. Wah, aku sih udah ngebayangin kalo aura spiritual di kuil ini kenceng banget ya. Sepi hening gimanaaaa gitu kan. I had prepared myself to be calm, quiet, and ready to embrace the sacredness of this place. Begitu sampai di komplek kuilnya, JRENG... RAME AMAT, COY. Asli, yah, itu banyak banget turisnya. Ya dari negara Barat, dari negara Asia, dan rame juga sama turis lokal. Terus di antara gerbangnya bisa naik kano, bisa foto-foto. :)
Tuh, kan, ada yang lagi naik kano :)) 
Tapi musti diakui kalo kuil ini cantik banget, semua struktur bangunannya itu dibangun dengan perhitungan yang presisi, supaya bisa kuat nahan gelombang pasang air laut, dan pastinya penuh nilai historis dan spiritual. Kita masih bisa liat pendeta-pendeta Shinto ada di sini.
Ini salah satu bagian kuilnya.

Terus di sepanjang jalan menuju kuil, ada banyak rusa jinak berkeliaran gitu. Kayaknya emang udah biasa banget liat manusia.
Bahkan rusa nya bisa diajak selfie :))

Terus masih di Hiroshima, we went to Atomic Bomb Dome, and Peace Memorial Museum. Nah, lokasi ini tuh persis di bawah ground zero dijatuhkannya bom atom atas kota Hiroshima pada akhir Perang Dunia II, 70 tahun lalu.
Ikimasshou!
Wah, gila sih. Jadi, Atomic Bomb Dome itu sebuah bangunan yang gak hancur runtuh waktu peristiwa bom atom. Masih utuh dan masih dibiarkan sedemikan rupa.
Udah pemugaran, sih. Tapi ini bangunan aslinya.
Gak jauh dari situ, dibangun museum peringatan gitu. Intinya sih mereka menyuarakan tentang perdamaian dunia, dan ini jadi cermin dan pengingat supaya gak ada lagi peristiwa penggunaan bom atom. At its lobby, I was touched by a writing on a big tablet from His Holiness Pope John Paul II, nih baca sendiri aja deh.
Bear in mind, people.

Di museum ini ada banyak sisa-sisa korban bom yang ditemukan gitu. Please don't proceed reading or simply skip this part, if you can't stand disturbing details.
Oke, jadi ada sisa kuku, serpihan kulit yang udah rusak atau terbakar, sejumput rambut, pecahan dan patahan tulang manusia, surat, dompet, baju yang udah rusak dan kena noda darah, koin, dll. Banyak banget, dan semua cerita dibalik ini bener-bener bikin hati hancur. Ada juga cerita dari orang yang harus menanggung luka bakar di badannya seumur hidup, kena kanker kulit, kanker darah, dll (yang baru terdeteksi 10-20 tahun kemudian), ada yang lumpuh karena harus amputasi, ada cerita dari para keluarga korban juga. Terus ada juga replika ukuran sebenarnya dari bom Little Boy. Sumpah, kayanya cuma segede guling (nggak deng, lebih gede), tapi dampaknyaaa... T,T
Aduh, bener-bener deh. Please, world, stop using nuclear and its thing. And please stop war now. Di ujung trip museum ini, aku ikut isi petisi untuk stop penggunaan nuklir terhadap living kind. B)
Oh, kalo kalian mau ke Hiroshima, nggak usah kuatir masih ada dampak radiasi nuklir ya, karena setiap sekian tahun (sorry aku lupa), air, tanah, dan udara Hiroshima di tes, dan hasilnya udah bersih kok. :)

Terus aku juga makan Okonomiyaki khas Hiroshima, yaitu pake scallop! Unexpectedly endang bambaaaanggg! Aku tuh nggak doyan kerang dan teman-temannya, tapi begitu nyobain... wuih! Nagihhh.. Gawat ini enaknya gawat. nyam!
Sabar kali, Neng. Laper amat kayanya? :))

Next, shooting di Korakoen Okayama, terus besokannya shooting di Kurashiki Old Town. Ter...nya...taaa.... Kurashiki ini adalah salah satu lokasi shooting Rurouni Kenshin Live Action dan gue baru tau beberapa bulan setelahnya huaaaakaubetekenapatelattaunyakalogakkanudahnorakfotodisanasiniiii T,T Dari sini, we were heading to a grape picking farm but we made a brief stop at a glass artwork house to try making an artwork (yang ternyata bikin kaca itu cuma jarak 2 meter dari kompor raksasa yang panasnya kayak masuk dalem microwave yatuhan terus musti ditiup-tiup sekuat tenaga auk ah pokoknya panas bet!).

Anyway, udah pada tau tentang Onomichi? Jadi dimulai dari kota Onomichi, dibangun jalan sepanjang 60km diatas laut, lewatin pulau-pulau kecil, sampe ke pulau Shikoku. Nah, yang serunya adalah jalanan ini suka dipake buat pesepeda. Dan tentunya kita harus nyobain, lah!
Jagoaaaaann :))

Clueless banget sih di Onomichi, karena pak produser tertjintah juga belom pernah kesini. But it's a small world after all! Malemnya, lagi asik wifi-an di lobby hotel, ehh ketemu sama Koyama-san. Beliau ini adalah orang perfilman Jepang, yang nemenin kita keliling Kumamoto sebelumnya. Orangnya baik dan gaul abis, walaupun bahasa Inggrisnya terbata-bata, tapi beliau berusaha buat provide semua kebutuhan kita dan berusaha mingle sama kita. Bingung dongg, ngapainnn coba ada di Onomichi. Ternyata Koyama-san ini lagi touring sendirian dari Kumamoto ke Onomichi, NAIK MOTOR BMW (yeaa motor gede sih), dan berniat pulang besok paginya. But he rearranged his departure schedule just to accompany us cycling in Onomichi. Baik banget, kaaaannn! Selesai shooting di jalan tol atas laut pake sepeda, pulang ke hotel aku nebeng di motornya Koyama-san, dan sepedaku dibawa sama temen-temen kru! WOOHOOOOO.. It was an unplanned unforgettable experience, indeed :)) We rode in a motorcycle that is running in the speed of 100km/h, and I took a selfie. Okay, JANGAN DITIRU. INI BAHAYA BANGET, iPhone ku hampir lepas dari tangan T,T God still loved me anyway huhuhu
JANGAN DITIRU!
Ini diaaaa Koyama-san! Otsukareeeee

But before heading back to the hotel, we made a lunch break in a rest area nearby. I met a woman who was going from the South tip to the North tip of Japan. Kece berat, ya. Perempuan ini juga naik motor gede gitu. She said that she finds comfort in riding her bike, all alone, seeing the beauty of her country.  Wow!
Perlengkapan 'perang'-nya.

Sayang sekaliii aku lupa tanya namanyaaa >,<

Kemudiaaaaan kami pindah ke prefektur Mie. Serius deh, how many of you guys know Mie? The only Mie I knew was makanan enak dari tepung berwarna kekuningan berbentuk lembaran tipis panjang yang nikmat jika dicampur kaldu dan potongan ayam dan babi merah atau digoreng dengan kecap dan seafood. Entah aku yang kurang gaul, atau emang orang Indonesia yang pernah ke Mie bisa diitung jari pake satu tangan :)) Tapi ternyata, aku yang kurang gaul, karena ada lumayan banyak mahasiswa Indonesia di Mie. Bacanya Mi-e, ya. Jangan Mi. Ntar yang ada lo malah laper terus buka app Gojek minta delivery makanan terus berenti baca blog aku. (Bukan, ini bukan post promosi berbayar Gojek). Destinasi pertama kami di Mie adalah ke kota Iga. BUKAAAANN, bukan iga sapi yang digoreng garing disantap dengan sambel ulek. Kalo itu namanya Iga Penyet. Oke, ini jadi aku yang laper. Krucuk-krucuuk..
*ambil hp*
*buka Gojek*
WOYY! Oke, lanjut.
Tak disangka tak dinyana, perjalanan kami hari itu JAUHNYA MINTA AMPUN. Empat kali ganti kereta, mulai dari Shinkansen kece, kereta express, kereta lokal, sampe kereta-cuma-satu-gerbong-yang-dilangitlangitnya-nempel-boneka-ninja-seukuran-anak-kecil-sumpah-ngagetin-banget. Dan kami berhenti di stasiun terakhir, hujan, tengah malem, pilek semua. Bingung, yang bisa kami lakukan cuma ketawa ngakak nggak kelar-kelar karena beneran bingung musti kemana, plus itu udah kereta terakhir. :)) Oh, jangan lupa juga bahwa ada banyak boneka ninja nemplok di dinding stasiunnya. Jadi, Iga tuh kota kelahiran ninja dan ada museum ninja disini, which is the place we were gonna film tomorrow morning.
SIAPA YANG GAK KAGET COBAAAA?

Kereta satu gerbong doang T,T

APA LO? APA LO?

Stasiun terakhir entah di Jepang sebelah mana T,T

Naik taxi ke hotel, semua keujanan, makin pilek, dan langsung minum obat rame-rame. :( Sumpah sih, ini seru banget, gak bisa dilupain banget HAHAHA
Besoknya kami ke pinggir laut buat makan seafood khas Mie hasil tangkapan petani mutiara alias Ama-san. Ama-san itu ibu-ibu yang nyelam ke dasar laut buat ambil mutiara tanpaalat bantu nafas apapun. Gak lupa juga ke Mikimoto Pearl Island dong. Disana ada mutiara termahal di dunia, dengan harga yang bisa kebeli rumah. >,<
Kak, beliin dong, kak.


Lanjut, kami ke Wakayama buat shooting di Kumano-kodo. Ini tuh jalur ziarah bangsawan Heian gitu. Naik gunung, ada track pendakian di tengah hutannya. Tempatnya kalem dan tenaaaaang banget.  Di atas, kami ketemu sama pendeta Shinto, dan dia ngejelasin tentang konsep ketuhanan dan kemanusiaan a la Shinto.
Hello!

Don't get me wrong. I'm a thick Christian and I have no doubt about my faith. But I love to know about other belief's concept of god and humanity. That makes me rich in knowledge. :) Setelah ketemu pendeta dan pemimpin kuil Shinto ini, kami dibawa ke sebuah komplek kuil, dimana kuil Buddha dan kuil Shinto bener-bener berdampingan. Jadi, menurut pengetahuanku ya, orang Jepang itu gak bisa jawab kalo ditanya kepercayaannya apa. Shintoism and Buddhism is their way of life. Bukan sebatas pada unsur keagamaan. So, Japanese people go to both Shinto and Buddhist temples. And church, sometimes (mostly for wedding). Kuil Shinto (biasanya warna merah atau oranye) untuk berdoa untuk hal-hal dan orang-orang yang masih hidup (kelahiran, kelulusan, ujian, dll), sedangkan kuil Buddha untuk berdoa bagi arwah leluhur.  Gitu. Sekali lagi, ini sih sepengetahuan aku. Kalo ada yang bisa ngasih penjelasan lebih lanjut boleh banget langsung di kolom komen. Mind one rule, use polite language.
They live altogether in harmony.

Nah, komplek Nachi Grand Shrine ini masuk UNESCO World Heritage juga. Tempatnya cantik sekaliiiii.
Kalem. Adem.

Jangan lupa juga cobain eskrim warna item.
Ada yang bisa tebak ini rasa apa? Nanti dapet hadiah. 

Dua spot terakhir adalah Kishi Eki dan Universal Studios Japan (USJ). DI Kishi Eki, aku ketemu sama Tama the cat. Tama ini siapa? Kucing. Oke, so? Kucing yang jadi kepala stasiun. Eh? gimana gimana? Haha iyaa, Tama ini kucing, umurnya udah 15 tahunan, dan dia di-assign jadi Kepala Stasiun. Sah. Ada working hours nya, ada hari off nya, ada seragamnya, ada susunan pengurusnya. Kerjanya ngapain? Duduk ngeong-ngeong dari dalam lemari kaca. That's Japan. :) Sadly, Tama just passed away a few weeks ago, so Nitama, his successor is now on duty. Fortunately, I got a chance to meet them both. :3
Nitama is now the Station Headmaster!

Bye, Tama-san. :(

Terakhirrrr, main di USJ! Tujuan utamanya adalah The Wizarding World of Harry Potter!! Waktu kesana, HarPot baru dibuka 2 bulan, jadi ramenya itu kayak jumlah pengunjung pasar Tanah Abang menjelang lebaran ditambah jemaat gereja seluruh Indonesia di hari Natal. Tapi, karena kami adalah Kokoro No Tomo, tentunya kami didampingin sama orang media relations-nya USJ, dan kami masuk semua wahana TANPA ANTRE. MHUAHAHAHAHAHA!! Antrean 4 jam buat main wahana 4D nya, gak kami alami karena kami boleh langsung masuk yeayyyy! Melalui post ini, saya mau minta maaf sama kalian yang mungkin ada di sana waktu itu, dan menjadi salah satu dari sekian ribu orang yang menatap kami dengan tatapan mau makan orang. Maaf yaaa *throw the sweetest smile* :)
Yuk, yang iri mana suaranyaaaaa?? XD

Wajib minum.

Sempet nyobain wahana lain juga di USJ sih, kayak Jaws, Spiderman, dll. Malemnya, kami nonton light parade nya USJ yang meriah dan cantik banget. Aaaaaaa senaaaaaanggggg :) Gak lupa juga, beli wand-nya Dumbledore karena itu kece berat. FYI, di USJ itu ada banyak pernak-pernik HarPot, mulai dari jubah, syal, wand, sorting hat, permen-permenan, boneka Hedwig, kaos, jaket, key chain, dll. Oh, gak usah beli cookies atau biscuit, karena rasanya biasa aja tapi harganya mahal banget untuk ukuran snack gitu doang. Yaa terlepas dari kalengnya yang emang bagus buat koleksi yaa.

Di depan gerbang USJ, kami satu tim pelukan dan bikin video statement "IT'S A WRAP!!" karenaaa selesailah shooting trip Kokoro No Tomo Omotenashi. I felt happy and sad at the same time. Every It's-a-wrap moment always leaves me with crooked smile, and a hole in my heart. And your mindful comments about how happy you are watching KNT fill the hole with love, friendship, trust, and courage to do bigger and better things.
WRAP!! I love my team!

So, through this post, once again I wanna show you my deepest gratitude. :) Thanks for being faithful to KNT, and please enjoy our next season, dengan konsep dan tema baru, yang bakal tayang TANGGAL 6 SEPTEMBER 2015, setiap Hari Minggu pukul 14.30 WIB di METRO TV.


Aku janjiiiii pasti bakal cerita pengalaman seru shooting KNT Joshitabi di blog ini. Tapi setelah programnya tayang, ya. Aku gak mao spoiler soalnya hahaha cukup bocorin dikit-dikit di Instagram aku @amandazevannya. :))


See you guys!

xx,
Amanda Zevannya.

4 comments:

  1. berarti udah pernah ketemu Tama & Nitama ya

    ReplyDelete
  2. Itu Kuroame Ice Cream kah kak? *nebak iseng*

    ReplyDelete
  3. Haa.. sugoi :) akhirnya bisa update lagi semua soal KNT dan Kak Amanda :)

    ReplyDelete
  4. Yang iri mana suaranya...

    AKU IRI IRI IRI 😯😯😯
    kak Manda doain aku biar bisa ke Jepun juga

    ReplyDelete